Tentang Sari

     Sambil minum kopi aku dan Sari nongkrong dicafe kecil tidak jauh dari rumahnya.Aku memperhatikan matanya merah,sepertinya dia habis menangis.
"Uda enakan" aku memulai percakapan itu kr melihat mukanya seperti orang bingung..
"Minum dulu biar kamu tenang" aku mendengar jelas suara nafasnya yg begitu berat.. 5menit aku membiarkan Sari untuk menenangkan pikirannya.Aku memperhatikan Sari mengambil sesuatu didalam tas sekotak rokok dan korek,tapi dia bukan perokok.Aku hanya melihat dan membiarkan apa yang diperbuat. "Apa salahku sampai suami aku berbuat seperti itu"sambil mengepulkan asap rokok matanya menerawang tajam keatas."kalau dia khilaf menurutku bukan sar,karena dia sudah berulang kali melakukan ini" kataku sambil mengingatkan memory lamanya. Memang aku tidak suka dengan prilaku suaminya yang terlalu egois.Sari perempuan yang hebat tapi hari ini dia merasa lelah dengan rumah tangganya yang sudah dijalani selama 10tahun. "Kalau memang bukti kamu sudah kuat besok kasih ke Pak Hendrik biar beliau yang mengajukan kepengadilan" kataku  untuk menyakinkan Sari.Pak Hendrik adalah pengacara yang akan mengurus tentang perceraian Sari.
Akhirnya malam ini Sari memantapkan diri bahwa besok akan kekantor Pak Hendrik "kamu mau jadi saksiku   dipersidangan nanti? "Sari bertanya sambil memegang tanganku "Sari,kamu teman baikku dan aku tau siapa kamu sudah hampir 15taun kita berteman. Baik buruknya kamu aku tau,aku akan datang dipengadilan nanti" sambil aku memeluknya.
     Hampir 3 minggu Sari menunggu surat panggilan dari Pengadilan Negeri.Semua yang diharapkan Sari tidak berjalan dengan lancar 5bulan lamanya sidang berjalan karena suami Sari tidak mau bercerai karena alasan masih sayang, tapi hakim lebih tau mana yang benar2 sayang atau cuma berpura2.
"Nanti sore kamu ada acara ga ketemuan yuk ditempat biasanya"aku mendengarkan suara Sari begitu beda .. "ok setelah pulang kantor aku langsung kesana" aku menjawab teleponnya.
Jam 5 sore aku langsung meluncur ke tempat langganan tempat kita nongkrong, aku melihat Sari sudah menunggu dipojok sofa sambil tersenyum."ada berita apa sampai kamu begitu senangnya hmm boleh aku tebak"aku langsung bertanya "boleh "kata Sari ."bahwa hari ini kamu telah resmi bercerai dari suamimu"kataku. "benar.. siang tadi Pak Hendrik telepon aku,bahwa aku telah resmi cerai,tentang surat biar beliau yang mengurus. Terimakasih selama ini kamu selalu temanin aku"sambil kita berpelukan.
Akhirnya Sari bebas dari belenggu rumah tangga yang begitu rumit, "sekarang waktumu untuk merawat diri,biar cantik gemukin badanmu.Sekarang ga ada yang bikin kamu stres mikir terus" sambil kita ketawa.

Komentar